DISPENDIK JATIM GANDENG BNI KEMBANGKAN SIP

Guna menunjang inovasi Provinsi Jawa Timur menuju e-government, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim) melakukan pengembangan Sistem Informasi Pendidikan (SIP) dalam lingkup SMA maupun SMK di wilayahnya. Untuk merealisasikan langkah tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah (Kanwil) Surabaya diajak melakukan kerja sama. Nota kesepahaman (MoU)  kerja sama dilakukan pada Selasa (15/8) dengan meliatkan 10 sekolah di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Sekolah yang menandatangani MoU tersebut antara lain lima SMA di Kota Surabaya yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 6, dan SMAN 15. Di Kabupaten Gresik ada satu SMA yakni SMAN 1, serta di Kabupaten Sidoarjo dua SMA yakni SMAN 1 dan SMAN 2.

“Nantinya implementasi yang juga bekerja sama dengan Project6id sebagai pengembang dan implementator sistem ini akan mulai dijalankan serentak untuk seluruh SMA dan SMK di Provinsi Jawa Timur pada bulan September 2017 nanti,” kata CEO BNI Kanwil Surabaya Slamet Djuwantoro.

Implementasi berupa kartu multifungsi yang dinamakan Kartu Tapcash Combo tersebut, lanjut Slamet, BNI berusaha menjawab persoalan bagaimana mengakomodir informasi yang transparan untuk semua pihak. Baik bagi siswa, orang tua, komite sekolah, hingga Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sendiri. Untuk pihak orang tua dan guru, dengan adanya kartu Tapcash Combo ini dapat memudahkan mereka melihat aktivitas anak di sekolah. Mulai jam mereka masuk ke sekolah hingga jam sekolah berakhir. Jadi, ketika siswa datang dan melakukan tapping aktivasi berupa absensi, server lokal akan mengirimnya ke server pusat dan akan menampilkan web aplikasi untuk guru. Sedang untuk orang tua, server akan mengirim notifications ke gadget orang tua.

Berukuran sekitar 5 cm x 8 cm, kartu Tapcash Combo yang diperuntukkan bagi siswa ini memiliki banyak fungsi. Antara lain sebagai alat absensi di sekolah, pengganti uang elektronik, peminjaman buku di perpustakaan, pengganti uang tunai ketika melakukan transaksi di kantin atau koperasi sekolah serta merchant BNI, dan juga sebagai kartu ATM. “Memang kartu ini sangat multifungsi. Sebagai alat pembayaran di gerbang tol otomatispun juga bisa. Kalaupun hilang, di masing-masing kartu akan ada foto serta nama siswa pemilik kartu tersebut. Jadi memudahkan ketika mau dikembalikan,” tambah Slamet.

Selain itu, menurut Slamet, adanya kartu Tapcash Combo ini juga sebagai salah satu langkah BNI untuk ikut mendukung program pemerintah berupa Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). “Sehingga sedari dini, kami ingin mengajarkan kepada para siswa untuk meminimalkan transaksi dalam bentuk tunai,” tukasnya.

https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2017/08/25/9551/dispendik-jatim-gandeng-bni-kembangkan-sip

×